NewsLine

Selamat datang di blog GiastaGinting... Semoga blog ini bermanfaat bagi anda.

Kamis, 07 November 2013

Pemanfaatan TI di Indonesia

Teknologi Informasi
Abad ini adalah abad teknologi informasi. Batas-batas kewilayahan kini sudah tak ada lagi dalam konteks jaringan dunia maya. Dalam istilah yang dikemukakan oleh Ohmae, hal ini disebut borderless world. Istilah teknologi informasi merupakan kata majemuk yang mengacu pada teknologi penyampaian informasi secara lebih cepat, lebih luas jangkauannya dan lebih lama penyimpanannya.
Dalam perkembangannya, TI mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dalam pemerintahan dikenal istilah e-gov (electronic government) yang tujuannya mempercepat dan mempermudah akses pelayanan pemerintah kepada masyarakat maupun kepada para pegawainya. Di era serba digital ini, pelayanan publik meliputi pembuatan KTP, perizinan, akte kelahiran, perpanjangan STNK dan sebagainya tidak lagi memerlukan waktu berhari-hari. Berkat perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, pelayanan publik menjadi sangat cepat dan mudah memperolehnya.
Lain halnya dengan daerah otonom yang belum berani berinovasi masih mengalami kendala dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya. Hal ini terjadi akibat masih belum diterapkannya sistem manajemen modern dan teknologi informasi. Tidak dipungkiri bahwa teknologi informasi berdampak pada semakin cepat dan mudahnya mendapatkan akses informasi.
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan terminologi baru dalam dunia manajemen modern. Sebelum menerapkan TIK, teknologi sederhana sudah digunakan namun belum optimal dalam menunjang kegiatan manajemen perkantoran modern. Dengan semakin majunya teknologi umat manusia saat ini, pemerintah berupaya untuk mengadopsi teknologi ini untuk membantu para staf pemerintah meningkatkan kinerjanya.

Peranan Teknologi Informasi
Sebagaimana telah dijelaskan di muka, Teknologi Informasi memainkan peranan penting di berbagai sektor kehidupan. Manajemen yang memiliki tugas pencapaian tujuan yang mengedepankan aspek efektivitas dan efisiensi membutuhkan teknologi informasi guna mempersingkat waktu dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Saat ini teknologi informasi sudah memasuki taraf kemajuan yang luar biasa. Penemuan teknologi prosesor komputer yang sudah semakin cepat, semakin tingginya kecepatan Random Access Memory (RAM)  serta ruang harddisk yang semakin luas berdampak pada semakin cepatnya waktu start up dan response popups komputer.
Berbagai cara koneksi internet dapat menggunakan beberapa metode, antara lain:
Dial Up: Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan line telepon. Dengan menggunakan sebuah modem dial-up. Saat online [ connect ] maka telepon tidak dapat digunakan. Perhitungan pulsa telepon berjalan + biaya internet dari provider. max Kecepatan 56kb.
Broadband: Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan kabel tv, dengan menggunakan modem broadband. Saat online dapat sekaligus nonton tidak berpengaruh. Dan biaya lebih hemat cukup membayar abodemen tv cable + biaya internet provider untuk 24 jam online [ no limit ]. kecepatan mulai dari 64kb – 256kb.
ADSL: Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan line telepon juga. Namun ADSL menggunakan teknologi yang lebih modern. Saat online jalur telepon tidak terganggu, dapat digunakan dalam kebersamaan. Biaya cukup membayar provider internet dengan sistem perhitungan berdasarkan besarnya kilobyte yang digunakan, koneksi 24 jam online. Kecepatan mencapai 512kb.
Handphone: Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan handphone. Dapat dihubungkan melalui Bluetooth maupun usb cable data. Saat online jalur telepon juga tidak terganggu. Bisa menggunakan jaringan GSM maupun CDMA. GSM dapat lebih cepat dengan teknologi 3G atau bahkan teknologi terbaru high speed 3,5G. Sedangkan CDMA menggunakan teknologi CDMA 2000 1x hampir setara dengan 3G. Perhitungan biaya hampir sama semua yaitu menggunakan sistem perhitungan per kilobyte. Kecepatan mulai dari 64kb – 2mb. Bahkan saat ini koneksi melalui jaringan wireless sudah menggunakan teknologi tercanggih yaitu jaringan 4G.
Dalam prakteknya, Teknologi Informasi dapat dijadikan alat bantu untuk mempersingkat jalur birokrasi. Di Kantor Perijinan Terpadu (KPT) Sragen, Jawa Tengah Teknologi Informasi digunakan sebagai media untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan KTP dan layanan perijinan lainnya. KPT menggunakan sistem online yaitu dengan menerapkan sistem jaringan internet Wide Local Area Network atau Wide Area Network. Dengan sistem ini KPT dapat tersambung secara online dengan seluruh kecamatan. Jadi, warga yang akan membuat KTP cukup datang ke kecamatan, mengisi formulir pembuatan KTP, duduk untuk difoto, selesai dan tinggal bayar yang besarannya tidak lebih dari 5000 rupiah saja.
A.   Manajemen Perkantoran Modern
Manajemen Perkantoran
Perumusan Arthur Grager “Office management is the function of administering the communication and record service of an organization.” (Manajemen perkantoran adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi dan pelayanan warkat dari suatu organisasi).
Perumusan William Leffingwell & Edwin Robinson “Office management as a function, is the branch of the art and science of management which is concerned with the efficient performance of office work, whenever and wherever that work is to be done.”
(Manajemen perkantoran sebagai sesuatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, bilamana dan di manapun pekerjaan itu harus dilakukan).
Perumusan Hal Nourse “It seems to me that office management in the broader sense might embrance, not only the generallyaccepted service service functions, but also the arise of functional control administratrive direction of most clerical and paperwork.” (Tampaknya bagi kami manajemen perkantoran dalam arti lebih luas dapat mencakup tidak hanya fungsi-fungsi pelayanan perkantoran yang telah diterima pada umumnya, melainkan juga bidang-bidang mengenai kontrol fungsional dan pengarahan administratif terhadap kebanyakan pekerjaan kertas dan tulis).
Perumusan Edwin Robinson “Office management is concerned with the direction and supervision of office work. ” (Manajemen perkantoran berkenaan dengan pengarahan dan pengawasan terhadap pekerjaan perkantoran).
Perumusan William Spriegel & Ernest Davies “Office management is the overall direction of clerical activities as distinguished such activities as transportation, manufacturing, warehousing, and sales.” (Manajemen perkantoran adalah pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas-aktivitas tulis sebagaimana dibedakan dari aktivitas-aktivitas seperti pengangkutan, kepabrikan, pergudangan dan penjualan).
Perumusan George Terry “Office management can be defined as the planning, controlling, and organizing of office work, and actuating those performing is so as to achieve the predetermined objective. It deals with the life cycle of business information, and retention, if of permanent value, of destruction if obsolute.”
(Manajemen perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan,  pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta menggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan lebiih dahulu. Ini bersangkut paut dengan peredaran hidup data dan keterangan perusahaan dari sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran, dan penyimpanannya kalau memiliki nilai tetap atau pemusnahannya kalau usang).
Setelah mengemukakan rumusan dari beberapa ahli, The Liang Gie kemudian mengemukakan rumusannya mengenai manajemen perkantoran. Dikatakannya: “Dengan demikian, pada pokoknya manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah office work (pekerjaan perkantoran)“. Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran jelas yang terkandung di dalamnya meliputi rangkaian kegiatan:
tata penyelenggaraan;
pelaksanaan secara efisien;
pengendalian, pengawasan dan pengarahan;
perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan
penggerakan.

Manajemen Modern
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) mengartikan perkataan modern dengan “terbaru” “mutakhir”, “sikap dan cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman”.
Dalam hal kantor, maka sifat, sikap dan cara berpikir serta bertindak sebagaimana disebutkan dalam istilah modern adalah berkenaan dengan penanganan data/informasi. Perkantoran modern mempunyai ciri-ciri memiliki bangunan dan tata ruang yang baik, menggunakan alat dan perlengkapan termasuk mebeler yang tepat; para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya berdisiplin, profesional memiliki sikap dan cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman. Kantor modern juga mendayagunakan biaya, menerapkan tata laksana yang demokratis, efektif, efisien, produktif, berkeadilan, dan perlakuan manusiawi.
Tidak jarang setiap kali mendengar perkataan perkantoran modern terbayang suatu bangunan kantor yang megah, bahkan gedung pencakar langit. Perkantoran modern juga sering digambarkan sebagai kantor yang segala kegiatannya serba dikomputerkan (computerized). Perubahan besar memang telah terjadi dalam lingkungan perkantoran. Geoffry Mills dkk (1990) menegaskan dalam bukunya “Modern Office Management” bahwa teknologi baru terus mengalami kemajuan, terutama dalam bidang “komunikasi dan pengelolaan data” (alih bahasa oleh F.X. Budiyanto, 1991).
Tahap perkembangan sistem informasi manajemen (SIM) di sebagian besar instansi pemerintah kita saat ini tampaknya sampai pada tahap SIM dengan dukungan pemrosesan data elektronik (electronic data processing, computer). Di satu pihak tahapan ini bagi sebagian instansi sedang menuju atau mungkin sudah sampai pada tahap berikutnya, yaitu tahapan SIM berdasarkan komputer (computer based system). Namun, di lain pihak kenyataan masih banyak kantor-kantor pemerintah kita belum masuk ke tahap dukungan komputer, terutama di kota-kota kecil atau di daerah-daerah terpencil.

B.   Produktivitas Kerja Pegawai
Produktivitas adalah ukuran output dari suatu proses produksi, per satuan dari input. Sebagai contoh, produktivitas buruh secara tipikal diukur sebagai perbandingan output per jam kerja pegawai, satu satuan. Produktivitas dapat disusun sebagai ukuran dari efisiensi teknis atau rekayasa produksi.
Produksi merupakan proses mengkombinasikan berbagai material input (barang-barang) dan input non material (perencanaan, tahu-bagaimana) agar membuat sesuatu untuk konsumsi (output). Metode penggabungan input produksi dalam proses pembuatan output disebut teknologi. Teknologi dapat digambarkan secara matematis dengan fungsi produksi yang menjelaskan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi dapat digunakan sebagai ukuran kinerja relatif ketika membandingkan teknologi-teknologi.
Fungsi produksi merupakan paparan sederhana mekanisme pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dibatasi sebagai peningkatan produksi dari suatu bisnis atau bangsa (apapun yang diukur). Biasanya diungkapkan sebagai persentase pertumbuhan tahunan yang menggambarkan pertumbuhan output perusahaan atau produk nasional (per bangsa). Pertumbuhan ekonomi ril (sebagai kebalikan dari inflasi) terdiri dari dua komponen. Kedua komponen ini merupakan kenaikan dalam input produksi dan kenaikan produktivitas.

Sumber
http://karnas633.blogspot.com/2012/10/contoh-makalah-teknologi-informasi.html?m=1


Analisis:

Produktivitas yang diukur dari daya guna (efisiensi penggunaan personal sebagai tenaga kerja). Produktivitas ini digambarkan dari ketepatan penggunaan metode atau cara kerja dan alat yang tersedia, sehingga volume dan beban kerja dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang tersedia. Hasil yng diperoleh bersifat non material yang tidak dapat dinilai dengan uang

5 Aplikasi Android yang bermanfaat

Sebaiknya perangkat Android Anda tidak hanya diisi dengan aplikasi game, sosial media, atau tool saja. Pastikan Anda juga memiliki aplikasi Android yang banyak menampilkan keindahan alam Indonesia yang begitu luar biasa. Bukan omong kosong karena bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan traveling maupun sekedar berekreasi akhir pekan.
Dalam artikel kali ini Paseban akan mengulas tentang 5 aplikasi Android yang banyak menampilkan keindahan alam Indonesia. Umumnya beberapa aplikasi yang dimaksud merupakan kumpulan daftar tempat-tempat wisata di Indonesia. Tidak hanya itu, berbagai referensi untuk kuliner khas Indonesia serta informasi hotel serta perjalanan tentunya juga bisa Anda dapatkan. Sangat cocok bagi Anda yang memang benar-benar cinta Indonesia dan memiliki keinginan untuk mengujungi tempat-tempat yang indah di negeri ini.
Berikut ini ulasannya, 4 aplikasi Android yang menampilkan keindahan alam Indonesia:
       Discover Indonesia
Beralih ke aplikasi yang kedua yakni Discover Indonesia, yang dirancang oleh Mahoni.com. Discover Indonesia, merupakan sebuah aplikasi untuk situs pariwisata Indonesia, yang didalamnya berisi berbagai artikel dan data yang berhubungan tujuan di obyek-obyek wisata Indonesia. Setiap artikel dan tulisan dilengkapi dengan cukup banyak gambar yang berhubungan dengan objek wisata, dan pastinya menampilkan keindahan alam Indonesia. Pastikan Anda sudah dapat menemukan rekomendasi untuk beberapa tempat favorit yang sesuai untuk liburan, trekking atau bahkan bulan madu dengan aplikasi Discover Indonesia.
Aplikasi ini tersedia gratis pada Google Play dengan ukuran file hanya 3.3 MB versi 1.3 untuk OS Android minimal 2.1 ke atas. Download di sini.
Description: http://imgsrv1.paseban.com/image/public/bb2013x11x06xx05x43x47x4b9cb622a6b96663aa5ad81d8738f32fxfstxupld.jpg
          Love Indonesia
Love Indonesia, benar-benar aplikasi yang 100% asli Indonesia karena dibuat oleh developer Love Indonesia dan menampilkan keindahan alam Indonesia. Jangan ragu lagi untuk mengunduh aplikasi ini. Love Indonesia merupakan sebuah aplikasi gratis yang dirancang sebagai direktori berbasis lokasi dengan berbagai macam fitur-fitur lainnya yang sekiranya dapat memudahkan Anda untuk mencari informasi seputar tempat wisata dan tempat indah di Indonesia. Pencarian tempat wisata merata diseluruh wilayah Indonesia dan berbagai kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Solo, Manado, Jayapura, dan lain-lain. Aplikasi ini juga menyediakan postingan news, traffic camera, dan informasi lainnya. Jadi bukan hanya sebagai aplikasi tour.
Dapatkan Love Indonesia secara gratis pada Google Play dengan ukuran hanya 10 MB versi 1.0.8 untuk OS Android minimal 2.2 keatas:
          Tempat Wisata
Sama seperti aplikasi Wisata Indonesia diatas, Tempat Wisata juga banyak menampilkan berbagai objek wisata lokal yang begitu indah. Setiap judul tempat wisata dilengkapi dengan artikel deskripsi serta foto-foto asli. Beberapa tempat wisata yang ada dalam aplikasi ini diantaranya adalah Pantai Pangandaran, Raja Ampat, Candi Borobudur, Kuta, Nusa Dua, Bunaken, Pulau Senggigi, Danau Toba, dan masih banyak lagi yang lain.
Description: http://imgsrv1.paseban.com/image/public/bb2013x11x06xx05x52x14x910764416589197711395833360e1830xfstxupld.jpg Dapatkan aplikasi Tempat Wisata secara gratis dengan ukuran hanya 1.8 MB versi 1.0 untuk OS Android minimal 2.1 keatas. Anda juga bisa merubah background aplikasi sesukanya karena tersedia pilihan. Download di sini

          Indonesia Wallpaper
Setelah banyak mengulas aplikasi review tempat wisata, kali ini Anda bisa mendapatkan gambar-gambar yang menampilkan keindahan alam Indonesia melalui aplikasi Indonesia Wallpaper. Dalam aplikasi ini tersedia banyak sekali foto tempat terindah di Indonesia seperti di Bali, gunung Bromo, Lombok, Papua, Manado, dan lain-lain. Setiap foto tersedia dalam kualitas High Definition dan dapat dipakai sebagai wallpaper ponsel Anda atau share ke jejaring sosial.
Dapatkan Indonesia Wallpaper secara gratis dengan ukuran hanya 7.9 MB versi 1.1 untuk OS Android 2.1 keatas. Silakan Anda unduh di sini. [ALX]
sumber
http://portal.paseban.com/review/134081/keindahan-alam-indonesia
Analisis:
            Menurut saya aplikasi ini sangat baik untuk kalangan yang mencintai dunia travelling (jalan-jalan) karena terdapat fitur-fitur pendukung yang menunjukan tempat-tempat yang dapat dikunjungi oleh pengunjung. Contohnya kita ingin berjalan-jalan ke daerah Bunaken, TMII, Danau Toba, Pantai Raja Ampat, dapat kita cari menggunakan aplikasi tersebut.

Namun kekurangannya aplikasi ini tidak dapat digunakan di HP berOS lain selain Android namun hanya dapat digunakan oleh gadged atau HP yang memiliki OS Andoid,

5 Aplikasi Android yang bermanfaat

Sebaiknya perangkat Android Anda tidak hanya diisi dengan aplikasi game, sosial media, atau tool saja. Pastikan Anda juga memiliki aplikasi Android yang banyak menampilkan keindahan alam Indonesia yang begitu luar biasa. Bukan omong kosong karena bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan traveling maupun sekedar berekreasi akhir pekan.
Dalam artikel kali ini Paseban akan mengulas tentang 5 aplikasi Android yang banyak menampilkan keindahan alam Indonesia. Umumnya beberapa aplikasi yang dimaksud merupakan kumpulan daftar tempat-tempat wisata di Indonesia. Tidak hanya itu, berbagai referensi untuk kuliner khas Indonesia serta informasi hotel serta perjalanan tentunya juga bisa Anda dapatkan. Sangat cocok bagi Anda yang memang benar-benar cinta Indonesia dan memiliki keinginan untuk mengujungi tempat-tempat yang indah di negeri ini.
Berikut ini ulasannya, 4 aplikasi Android yang menampilkan keindahan alam Indonesia:
       Discover Indonesia
Beralih ke aplikasi yang kedua yakni Discover Indonesia, yang dirancang oleh Mahoni.com. Discover Indonesia, merupakan sebuah aplikasi untuk situs pariwisata Indonesia, yang didalamnya berisi berbagai artikel dan data yang berhubungan tujuan di obyek-obyek wisata Indonesia. Setiap artikel dan tulisan dilengkapi dengan cukup banyak gambar yang berhubungan dengan objek wisata, dan pastinya menampilkan keindahan alam Indonesia. Pastikan Anda sudah dapat menemukan rekomendasi untuk beberapa tempat favorit yang sesuai untuk liburan, trekking atau bahkan bulan madu dengan aplikasi Discover Indonesia.
Aplikasi ini tersedia gratis pada Google Play dengan ukuran file hanya 3.3 MB versi 1.3 untuk OS Android minimal 2.1 ke atas. Download di sini.
Description: http://imgsrv1.paseban.com/image/public/bb2013x11x06xx05x43x47x4b9cb622a6b96663aa5ad81d8738f32fxfstxupld.jpg
          Love Indonesia
Love Indonesia, benar-benar aplikasi yang 100% asli Indonesia karena dibuat oleh developer Love Indonesia dan menampilkan keindahan alam Indonesia. Jangan ragu lagi untuk mengunduh aplikasi ini. Love Indonesia merupakan sebuah aplikasi gratis yang dirancang sebagai direktori berbasis lokasi dengan berbagai macam fitur-fitur lainnya yang sekiranya dapat memudahkan Anda untuk mencari informasi seputar tempat wisata dan tempat indah di Indonesia. Pencarian tempat wisata merata diseluruh wilayah Indonesia dan berbagai kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Solo, Manado, Jayapura, dan lain-lain. Aplikasi ini juga menyediakan postingan news, traffic camera, dan informasi lainnya. Jadi bukan hanya sebagai aplikasi tour.
Dapatkan Love Indonesia secara gratis pada Google Play dengan ukuran hanya 10 MB versi 1.0.8 untuk OS Android minimal 2.2 keatas:
          Tempat Wisata
Sama seperti aplikasi Wisata Indonesia diatas, Tempat Wisata juga banyak menampilkan berbagai objek wisata lokal yang begitu indah. Setiap judul tempat wisata dilengkapi dengan artikel deskripsi serta foto-foto asli. Beberapa tempat wisata yang ada dalam aplikasi ini diantaranya adalah Pantai Pangandaran, Raja Ampat, Candi Borobudur, Kuta, Nusa Dua, Bunaken, Pulau Senggigi, Danau Toba, dan masih banyak lagi yang lain.
Description: http://imgsrv1.paseban.com/image/public/bb2013x11x06xx05x52x14x910764416589197711395833360e1830xfstxupld.jpg Dapatkan aplikasi Tempat Wisata secara gratis dengan ukuran hanya 1.8 MB versi 1.0 untuk OS Android minimal 2.1 keatas. Anda juga bisa merubah background aplikasi sesukanya karena tersedia pilihan. Download di sini

          Indonesia Wallpaper
Setelah banyak mengulas aplikasi review tempat wisata, kali ini Anda bisa mendapatkan gambar-gambar yang menampilkan keindahan alam Indonesia melalui aplikasi Indonesia Wallpaper. Dalam aplikasi ini tersedia banyak sekali foto tempat terindah di Indonesia seperti di Bali, gunung Bromo, Lombok, Papua, Manado, dan lain-lain. Setiap foto tersedia dalam kualitas High Definition dan dapat dipakai sebagai wallpaper ponsel Anda atau share ke jejaring sosial.
Dapatkan Indonesia Wallpaper secara gratis dengan ukuran hanya 7.9 MB versi 1.1 untuk OS Android 2.1 keatas. Silakan Anda unduh di sini. [ALX]
sumber
http://portal.paseban.com/review/134081/keindahan-alam-indonesia
Analisis:
            Menurut saya aplikasi ini sangat baik untuk kalangan yang mencintai dunia travelling (jalan-jalan) karena terdapat fitur-fitur pendukung yang menunjukan tempat-tempat yang dapat dikunjungi oleh pengunjung. Contohnya kita ingin berjalan-jalan ke daerah Bunaken, TMII, Danau Toba, Pantai Raja Ampat, dapat kita cari menggunakan aplikasi tersebut.

Namun kekurangannya aplikasi ini tidak dapat digunakan di HP berOS lain selain Android namun hanya dapat digunakan oleh gadged atau HP yang memiliki OS Andoid,

Rabu, 23 Oktober 2013

Penggunakan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar serta Contoh Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Penggunaan Bahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar

Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai kondisi atau situasi dan lebih baik lagi bahsa yang di gunakan adalah bahasa baku yang telah di sempurnakan.


Ciri – cirri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
1.Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat  yang baku.
2. Penggunaan kata-kata baku. Misalnya uang saya banyak, bukan duit gue banyak.
3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4. Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
5. Penggunaan kalimat secara efektif.


Contoh Menggunakan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar:

Untuk memahami bagaimana menggunakan bahasa indomesia dengan baik dan benar, terlebih dahulu saya akan memberikan sedikit penjelasan. “Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan sebagai pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuannya dan yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar. Pernyataan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu pada ragam bahasa yang dimana memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan biasanya adalah dalam bentuk bahasa yang baku.

Bagaimana menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar?
Berikut ini ada beberapa contoh:

1. Mengapa kamu datang terlambat?
2. Gias, Kamu mau pergi kemana?
3. Bella sedang bermain golf sekarang.
4. Budi sedang membaca.
-
a. Permisi pak, saya ingin bertanya, apakah bapak melihat seorang anak kecil melewati jalan ini?
b. Apakah ikan ini masih segar?


Contoh nyata, pada kutipan teks “SumpahPemuda” adalah sebagai berikut :
“Kami, putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”,
demikianlah bunyi dari alenia ketiga sumpah pemuda yang telah dirumuskan oleh para pemuda yang kemudian menjadi salah satu factor penting pendiri bangsa dan negara Indonesia. Bunyi alenia ketiga dalam ikrar sumpah pemuda itu jelas bahwa yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia, khusus nya kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia sudah sepatutnya menjunjung tinggi bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu berterima kasih lah kita terhadap “BAHASA”, karena bahasa juga merupakan faktor penting didalam konteks sumpah pemuda, oleh karena bahasa merupakan sesuatu hal yang bersifat universal, sehingga pemakainya menjadi mudah dan tepat pada saat seperti diatas. Dan penerimaannya juga baik, karena adanya pemakaian kata-kata yang baik dan benar.


Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.

– Bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.
– Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.
– Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
• Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
• Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
• Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
• Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya kandang atau tempat.
• Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.


Bahkan di bawah ini terdapat beberapa contoh bahasa isyarat untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb :

– bunyi tong-tong memberi tanda bahaya
– adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
– alarm untuk tanda segera berkumpul
– bedug untuk tanda segera melakukan sholat
– telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
– simbol – tanda stop untuk pengguna jalan, simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.
– gambar peta yang menunjukkan jalan
– suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya
– adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran
– bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.


kesimpulan : Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri.


sumber:

Rabu, 03 Juli 2013

BUDAYA ORGANISASI




KONSEP DAN DEFINISI
Menurut tylor (1871) budaya adalah sekumpulan pengetahuan kepercayaan ,seni , moral,hukum,adat dan kapabilitas serta kebiasaan yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota sebuah perkumpulan atau komunitas tertentu , definisi ini lalu berkembang lebih lanjut dalam ilmu sosiologi . bahkan ilmu sosiologilah yang kemudian secara luas menggunakan kata ini untuk menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi dalam sebuah kelompok masyarakat atau komunitas tertentu
Dalam ilmu sosiologi , budaya diterjemahkan sebagai kumpulan simbol ,mitos, dan ritual yang penting dalam memanggil atasannya dengan nama belakang sedangkan diindonesia  anggota organisasi biasanya memanggil atasannya dengan awalan “pak”
Budaya organisasi dapat ditelusuri secara langsung kepada variabel variabel yang berhubungan secara struktural ,kini kita dapat berpindah pada pembahasan fungsi budaya organisasi budaya dalam organisasi , diantaranya sebagai berikut.
Pengikat organisasi (organization binder):
Budaya organisasi berfungsi sebagai pengikat seluruh komponen organisasi terutama pada saat organisasi menghadapi goncangan baik dari dalam ataupun luar akibat adanya perubahan . organisasi yang mempunyai budaya yang kuat akan mampu bertahan dan keluar dari bdadai yang menghantam karena mampu memanfaatkan budaya sebagai penguat bagi organisasi untuk menghadapi beragam hambatan yang menghadang
Integrator  :
 budaya organisasi merupakan alat untuk menyatukan beragam sifat dan karakter serta bakat dan kemampuan yang beragam yang ada dalam organisasi
I- dentitas organisasi :
Budaya organisasi merupakan salah satu dari identitas organisasi tersebut .sebagai contoh adalah The Jakarta Consulting Group sendiri . Logo dari The Jakarta Consulting Group adalah orang memanah yang melambangkan kecepatan dan ketepatan ini berarti The Jakarta Consulting Group memiliki identitas organisasi yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan
- Energi untuk mencapai kinerja yang tinggi :
Fungsi budaya organisasi sebagai suntikan energi untuk mencapai kinerja yang tinggi salah satu kredo yang The Jakarta Consulting Group pegang adalah bekerja dalam tim . hal ini kami percayai sebagai suntikan energi untuk menghasilkan hasil (output) yang cepat dan berkualitas . sebab kemampuan dan bakat setiap orang berbeda
Ciri kualitas (sign of quality):
Budaya organisasi merupakan representasi dari ciri kualitas yang berlaku dalam organisasi tersebut . kita ambil contoh dengan budaya bekerja di The Jakarta Consulting Group sendiri . telah disebutkan diatas bahwa budaya organisasi yang bekerja di The Jakarta Consulting Group dilakukan secara cepat dan tepat , dalam artian hasilnya cepat terlihat dan kualitasnya terjaga baik
- Motivator  :
Budaya organisasi juga merupakan pemberi semangat bagi para anggota organisasi . budaya yang kuat akan menjadi motivator yang kuat bagi para anggota organisasinya untuk selalu mengedepankan mutu dan kebersihan restorannya . tercermin dari penerapan sistem saji 60 detik dan penjagaan kebersihan restoran dengan membersihkan kaca setiap hari dan mengepel lantai dalam jangka waktu tertentu
Pedoman gaya kepemimpinan :
Budaya organisasi yang telah mengakar kuat dapat menjadi pedoman gaya kepempimpinan yang sesuai untuk kondisi organisasi yang bersangkutan . acap kali sebuah perubahan baik itu yang disengaja ataupun tidak membawa sebuah pandangan baru tentang kepemimpinan . pemimpin dikatakan berhasil apabila mampu membawa anggota organisasi keluar dari polemik krisis akibat perubahan yang terjadi
- Value enhancer :
Salah satu fungsi organisasi adalah untuk meningkatkan nilai dari para stakeholdernya ini berarti peningkatan nilai baik untuk para anggota organisasi juga bagi pelanggan , pemasok, dan pihak pihak lain yang berhubungan dengan organisasi tersebut , budaya organisasi yang kuat dan meresap akan kuat dalam setiap anggota organisasi akan menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan nilai bagi para anggota ,pelanggan , pemasok dan pihak lain yang berhubungan dengan organisasi tersebut.


TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI
Secara umum budaya organisasi terpilah menjadi dua kutub besar : budaya entreprenuer dan budaya administratif . pemahaman dua klasifikasi dasar budaya organisasi ini akan menuntun kearah pemahaman budaya organisasi secara lebih baik
Dalam jenisnya entrepreaneur dalam setiap aktivitasnya selalu memfokuskan pada peluang peluang baru . hal ini tercermin dalam jiwa kewiraswastaan yang selalu menganggap bahwa dengan menemukan dan memanfaatkan peluang peluang baru tersebut perusahaan akan selalu survive dan terdorong untuk selalu berusaha mencapai sasaran yang berbeda beda dari satu periode ke periode berikutnya . karenanya kegiatan operasional yang terjadi dalam perusahaan sangat dinamis dan membutuhkan sumberdaya manusia yang cepat dalam mengantisipasi perubahan-perubahan internal maupun eksternal . perusahaan akan berusaha memenuhi sarana yang dibutuhkan untuk merealisasikan kegiatan dalam upaya meraih kesuksesan dari peluang baru itu
Perusahaan yang memiliki budaya administratif bertolak belakang dari budaya entrepreneuer , aktivitas yang dilakukan lebih memfokuskan pada peluang peluang yang sudah ada budaya administratif ini memandang bahwa peluang yang diperoleh harusnya terus dipertahankan , karena investasi yang ditanamkan sangat besar , konsekuensinya logisnya perusahaan membutuhkan prosedure pengendalian yang cukup ketat untuk mempertahankan peluang yang sudah diperoleh ini dinamika budaya administratif tidak sedinamis budaya entrepreneur . struktur organisasi juga dengan disesuaikan aktivitas usaha perusahaan yang menganut budaya administratif ini
Tipologi lain yang dikemukaan oleh deal dan kennedy yang memilah budaya organisasi ke dalam empat kategori budaya berdasarkan dua faktor utama yaitu :
·         Derajat resiko dalam kegiatan bisnis
·         Kecepatan perusahaan atau manajemen dalam mendapatkan umpan balik atas keputusan atau strategi
Keempat kategori budaya tersebut adalah :
·         The Tough-guy , Macho Culture
·         The Work Hard Culture
·         The Bet-Your Company Culture
·         The Process Culture
Masing-masing kategori budaya tersebut akan dijabarkan menurut beberapa unsur penting yang ada seperti
·         Derajat resiko dalam kegiatan usaha
·         Tipe umpan balik yang diperoleh dari setiap keputusan
·         Tipe perusahaan yang menggunakan budaya tersebut
·         Perilaku yang ditunjukan oleh tokoh panutan dalam budaya tersebut
·         Kekuatan sumber daya manusia
·         Kelemahan sumber daya manusia
·         Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh tokoh panutan
Uraian selengkapnya dapat dilihat dalam uraian berikut
The Tough-Guy , Macho Culture
Budaya organisasi kategori ini pada dasarnya memiliki beberapa unsur yang meliputi

a.       Derajat resiko kegiatan usaha                        
Tinggi
b.      Jenis umpan balik yang diperoleh      
Cepat
c.       Tipe perusahaan                                 
Konstruksi,kosmetik
d.      Perilaku tokoh panutan                                  
- memiliki sikap yang tegas
-sangat individualis
-dapat mentolelir semua atau tidak sama sekali terhadap resiko
-percaya pada hal-hal takhayul
e.       Kekuatan sumber daya manusia        
Dapat menyelesaikan tugas dalam waktu singkat dan beroreientasi pada jumlah yang relatif kecil
f.       Kelemahan SDM
-tidak belajar dari kesalahan sebelumnya ,
-sifat kerja sama diabaikan
-segala sesuatu berorientasi pada jangka pendek
g.      Kebiasaan kebiasaan tokoh panutan
-modis tinggal didaerah elite
-suka olahraga yang perorangan
-senang berinteraksi secara verbal dari satu orang ke orang lain

daftar pustaka : the Jakarta Consulting Group, Corporate & Organization Culture : the Concept, 531hal.

Sabtu, 08 Juni 2013

IMBALAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI

PENGERTIAN IMBALAN DAN HUKUMAN DALAM ORGANISASI

1.    Menurut Ivancevich (1998) Compensation is the Human Recources Manajement function that deals with every type of reward individuals receive in exchange for performing organisatio tasks. Kompensasi adalah fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan semua bentuk penghargaan yang dijanjikan akan diterima karyawan sebagai ombalan dari pelaksanaan tugas dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Imbalan dalam organisasi adalah elemen kritis di setiap strategi organisasi guna memotivasi karyawan atau anggota-anggota. Untuk memotivasi, imbalan harus dinilai oleh karyawan atau anggota-anggota dan distribusi mereka harus wajar. Semua faktor lain sama, karyawan atau anggota-anggota dengan prestasi yang lebih baik sebaiknya menerima imbalan lebih besar dari mereka yang kurang.

2.    Hukuman dalam organisasi adalah pemberian suatu kejadian (tindakan) yang tidak disukai atau penghapusan suatu kejadian positif setelah adanya tanggapan yang mengurangi frekuensi tanggapan sebelumnya. Ada hubungan atau kemungkinan antara tanggapan yang ditentukan dengan konsekuensi yang tidak disukai atau stimulus (misal : pengurangan upah karena tidak kehadiran, memo yang diumumkan tentang prestasi pegawai yang buruk). Penolakan beberpa pihak terhadap penggunaan hukuman didasarkan atas moral bahwa tindakan yang menyakitkan adalah buruk dan harus dihindarkan.

Dampak pada kinerja organisasi

Sebuah studi dilapangan General Elektrik bahwa ada sejumlah factor yang mengurangi efek-efek dari kecaman (criticism). Walaupun kritikan yang terbatas jumlahnya itu dapat diterima secara konstruktif, namun banyak kritikan yang menimbulkan reaksi defensive. Walaupun pjian dianggap lebih unggul daripada kritikan namun studi ini menunjukan bahwa efeknya sangat kecil. Baik positive maupun negative pada tingkat defensive, pada sikap terhadap manajer atau pada pencapaian sasaran. Aspek harga diri dari kepribadian itu berinteraksi dengan jumlah ancaan sejauh mana tercapainya sasaran; orang-orang yang rendah harga dirinya mencapai jauh lebih sedikit sasaran dibawah kondisi ancaman tinggi. Tetapi jumlah ancaman tidak banyak bedanya terhadap mereka yang punya harga diri.

Pemakaian rewards (imbalan,hadiah) dan pinalties dapat membuat individu-individu secara public bergerak kearah yang dikehendaki. Tetapi secara pribadi mereka mempertahankan sikap mereka yang sebelumnya. Perilaku dengan cepat kembali ke pola lama dalam kasus ini. Collins dan Guetzkow mengemukakan bahwa hukuman itu hanya mempengaruhi perilaku bila kondisi untuk hukuman tersebut ditentukan dengan jelas dan diamati kepatuhan terhadapnya. Ring dan Kelley menemukan bahwa jika perubahan adalah kea rah orientasi semula dari subjek itu, maka penekanan pada imbalan dan hukuman tidak ada bedanya. Tetapi jika kepercayaan subjek itu ditentang, maka pemakaian hukuman meningkatkan penyuembunyian pendapat, semaki berkurangnya kesadaran terhadap sikap pelatih, dan berkurangnya perubahan.
Berkowitz, Levy, dan Harvey menunjukan bahwa hubungan kelompok itu dipengaruhi oleh apakah anggota –anggota kelompok itu menerima penilaian yang berbeda-beda atau tidak. Tidak banyak timbul perbedaan dalam hubungan kelompo  jika semua penilaian yang baik dan yang tidak baik itu diterima. Akan tetapi, evaluasi yang berbeda-beda akan memperburuk hubungan kelompok. Pollack dan Knaff medapatkan bahwa individu yang mengerjakan tugas-tugas rutin akan meningkat produktivitasnya jika hukuman dipakai utuk menghukum kegagalan dalam kinerja. Mereka yang komitmennya rendah dimasa lampau (seperti tampak dari buruknya kinerja dimasa lampau) sangat membaik kinerja mereka; mereka yang dimasa lampau tinggi komitmennya akan memberikan tanggapan yang kira-kira sama dibawah kondisi tak ada imbalan, ada imbalan, ada kondisi hukuman.
Studi pertama Day dan Hamblin menunjukan bahwa tak banyak artinya apakah memakai pendekatan hukuman atau tidak. Akan tetapi, jika pendekatan hukuman itu digabung dengan supervise umum, maka efeknya adalah meningkatnya agresi terhadap supervisior dan rekan sekerjanya dan meningkatnya ketidakpuasan terhadap tugas. Dalam studi kedua mereka, Day dan Hamblin menemukan bahwa menghukum kesalahan itu menghasilkan produktivitas tinggi dan ketidakpuasan terbesar terhadap gaya kepemimpinannya. Pemberian sokongan atau postur memberikan imbalan itu menghasilkan sikap yang lebih baik terhadap pemimpin, tetapi menurunkan produktivitas. Hubungan ini lebih membingungkan jika kepempinan yang ketat atau umum itu digabung dengan pemberian sokongan dan hukuman. Kombinasui hukuman untuk kesalahan-kesalahan, sokongan yang minimal, dan direksi umum, menghasilkan ketidakpuasan terbesar tehadap pemimpin, tetapi juga menghasilkan produktivitas tertinggi. Meminimumkan hukuman digabung dengan direction yang ketat, akan menghasilkan ketidakpuasan yang sdang-sedang terhadap pemimpin dan mengakibatkan produktivitas terendah.
Kesimpulan mengenai bagaimana imbalan dan hukuman itu mempengaruhi perilaku itu bergantung…’’ itu dipengaruhi oleh
·         Berapa banyak hukuman dipakai. Jka sedikit,  akan lama mempengaruhi perilaku. Dengan meningkatkan hukuman, mereka dengan cepat member pengaruh yang negative.
·         Tingkat harga diri. Makin rendah harga diri, makin besar keperluan untuk membatasi pemakaian hukuman.
·         Potensi untuk penyembunyian dan penolakan pasif. Jika individu-individu itu dapat dengan segera menyembunyikan sikap perilaku actual, maka hukuman itu akan kurang efektif dibandingkan dengan imbalan.
·         Tajamnya perubahan. Jika orientasi individu itu sangat saling bertentangan, misalnya; mencari banyak perubahan, maka hukuman akan kurang efektif dibandingkan dengan imbalan.
·         Jumlah komitmen untuk melaksanakan pekerjaan yang baik. Semakin kurang komitmen, semakin besar efek hukuman dalam merangsang peubahan, paling tidak dalam jangka pendek.
·         Bagaimana ketatnya supervisior memimpin bawahan. Supervisi yang ketat bila digabung dengan penekanan pada hukuman, akan menciptakan pengaruh buruk, yang tak akan ditimbulkan oleh salah satu factor saja.


Sumber:
GIBSON, IVANCEVICH, DONNELY. ORGANIZATIONS, 8 ED, BINARUPA AKSARA, JAKARTA, 1996.
Struktur dan proses organisasi 2, Arlyn J.Melcher,penerbit : Rineka cipta,Jakarta

Jumat, 03 Mei 2013

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI dan PENGERTIAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI



 1. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

a.      Definisi
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Chester I Barnard mendefinikasikan komunikasi adalah suatu alat dimana orang-orang yang bersangkutan saling berhubungan satu sama lain dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan umum.

b.      Jenis Proses Organisasi
Dalam bahasan ini, di bicarakan pula mengenai proses-proses yang terjadi dalam organisasi (formal). Adapun mengenai proses-proses tersebut antara lain :
-          Proses mempengaruhi ( wewenang dan kekuasaan )
Suatu proses adalah setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Sedangkan pengaruh menurut Scott dan Mitchell merupakan suatu transaksi sosial dimana seorang atau kelompok orang digerakkan oleh seseorang atau kelompok orang lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Dalam hal ini suatu pengaruh sangat berhubungan dengan kekuasaan dan wewenang. Yang dimaksud dengan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempunyai pengaruh, sedangkan wewenang merupakan salah satu tipe dari kekuasaan.
Dalam proses mempengaruhi memcakup tiga unsur yaitu :
1.      Orang yang mempengaruhi ( O ).
2.      Metoda mempengaruhi  ( -> ).
3.      Orang yang dipengaruhi ( P ).
Secara singkat proses mempengaruhi dapat digambarkan sebagai berikut :
               O -> P
Metoda-metoda mempengaruhi tersebut, dilaukan dalam banyak konteks, hal ini benar terutama bila didasarkan pada kenyataan bahwa O dan P dapat ditafsirkan sebagai kelompok maupun individual. Oleh karena itu, daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan berikut :
1.      Antara perseorangan
2.      Kelompok dengan seseorang
3.      Kelompok dengan kelompok
4.      Seseorang dengan kelompok

Disamping bentuk-bentuk komunikasi yang bisa terjadi dalam suatu organisasi, bisa dilihat juga bagaimana komunikasi bisa dilakukan antara orang yang satu dengan orang yang lain.
Adapun cara-cara komunikasi dilakukan bisa melalui :
1.      Komunikasi langsung
Yaitu komunikasi yang dilakukan dalam menyampaikna berita, laporan maupun perintah antara si pengirim berita (komunikator) kepada si penerima berita (komunikan) dilakukan secara langsung, sehingga kalau sipenerima berita melakukan  respon umpan balik yang terjadi juga diterima oleh sipengirim berita juga secara langsung pada saat itu juga.

2.      Komunikasi tidak langsung
Komunikasi yang terjadi jika dalam menyampaikan berita tidak dilakukan secara langsung, hanya melalui orang lain ataupun secara tertulis. Komunikasi ini mengakibatkan umpan balik yang terjadi juga tertunda.

3.      Komunikasi horisontal
Komunikasi ini terjadi apabila pesan, berita laporan maupun informasi yang disampaikan oleh si komunikator kepada si komunikan bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan sesama karyawan maupun bertujuan untuk melakukan koordinasi dalam bekerja sama.

4.      Komunikasi formal
Kamunikasi yang dilakukan antara sesama anggota organisasi disesuaikan dengan urutan / tingkatan dalam struktur organiasasi. kalau komunikasi formal disampaikan dari atasan ke bawah kamunikasi ini biasanya digunakan untuk menyampaikan perintah. Akan tetapi kalau komunikasi dilakukan dari bawahan keatasan maka komunikasi ini biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan.

5.      Komunikasi informal (The Grapevine)
Komunikasi informal yang terjadi karena adanya komunikasi antara sesama karyawan dalam suatu organisasi. Komunikasi informal biasanya disebarluaskan melalui desas-desus atau kabar angin dari mulut kemulut dari satu orang ke orang yang lainnya dalam suatu organiosasi di mana kebenarannya tidak bisa dijamin karena kadang-kadang bertentangan dengan periusahaan.  

c.      Kepimimpinan dalam organisasi
Kepimimpinan (leadership), adalah bagian tersendiri dari manajemen. Manajer dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen memerlukan adanya kepemimpinan. Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha semua pekerja dalam mencapai semua tujuan organisasi, tanpa kepemimpinan hubungan antara tujuan perseorangan dengan tujuan organisasi mungkin menjadi renggang. Oleh karena itu kepemimpinan sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses. Sebelum mencoba untuk menganalisa kedudukan kepemimpinan dalam suatu organisasi perlu ditelusuri dulu perkembangan teori kepemimpinan yaitu :
-          Teori sifat kepemimpinan
Analisa ilmiah tentang kepemimpinan dimulai dengan memusatkan perhatian pada para pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah suatu fungsi kualitas seorang individu, bukan fungsi situasi, teknologi, atau dukungan masyarakat. Keith davis mengihtisarkan ada empat ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi yaitu :
1. kecerdasan (intellegence)
2. kedewasaan sosial dan hubungan sosial yang luas (social maturity and breath)
3. motivasi dari dan dorongan berprestasi
4. sikap-sikap hubungan manusiawi.

2. Teori kelompok
Teori kelompok dalam kepemimpinan dikembangkan atas dasar ilmu psikolog sosial. Teori ini menyatakan bahwa untuk pencapaian tujuan-tujuan kelompok harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dan bawahannya.
3. Teori situasional (contingency)
Pendekatan sifat maupun kelompok terbukti tidak memadai untuk mengungkap teori kepemimpinan yang menyeluruh, perhatian dialihkan pada aspek-aspek situasional. Situasi – situasi tersebut digambarkan dalam tiga dimensi empirik yaitu :
a. hubungan pimpinan-anggota
b. tingkat dalam struktur tugas
c. posisi kekuasaan

4. Teori Path – Goal
Teori ini menganalisa pengaruh (dampak) kepemimpinan terutama perilaku pemimpin terhadap motivasi bawahan, kepuasan dan pelaksanaan kerja. Teori ini memasukkan empat tipe atau gaya pokok perilaku pemimpin yaitu :
a. kepemimpinan direktif
b. kepemimpinan suportif
c. kepemimpinan partisipatif
d. kepemimpinan orientasi prestasi.


22.   PENGERTIAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


a.      Definisi
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan di antara berbagai alternatif yang mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan berkaitan erat dengan semua fungsi-fungsi manajemen tradisional.

b.      Jenis-jenis Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan diinterpretasikan sebagai tercakup pada fungsi perencanaan manajemen, karena perencanaan menyangkut keputusan-keputusan sangat penting dan jangka panjang, seperti penetapan tujuan, penentuan sumber daya yang digunakan dan pemutusan siapa yang akan melaksanakan setiap tugas yang dibutuhkan. Ada beberapa jenis pengambilan keputusan organisasi melalui pengklasifikasikan sebagai berikut :
-          Keputusan-keputusan perseorangan dan organisasi
Adalah keputusan yang dilakukan oleh perseorangan berupa keputusan berpatisipasi dan keputusan berproduksi demi organisasi.

-          Keputusan-keputusan pribadi dan organisasional
Chester Barnard menjelaskan adanya perbedaan antara keputusan pribadi dan organisasional yaitu, perbedaan dasarnya adalah bahwa keputusan-keputusan pribadi (personal decision) biasanya tidak dapat di delegasikan kepada orang lain, sedangkan keputusan-keputusan organisasional (organizational decision) sering didelegasikan.

-          Keputusan-keputusan dasar dan rutin
Mc. Farland mengemukakan bahwa keputusan-keputusan dasar merupakan keputusan unit investasi dalam jumlah besar, keputusan satu kali yang menyangkut komitmen (keterkaitan) jangka panjang dan relatif permanen, dan tinggi derajat pentingnya karena suatu kesalahan pengambilan keputusan akan mencelakakan organisasi secara serius. Sedangkan keputusan rutin adalah keputusan-keputusan yang sangat berlawanan dengan keputusan dasar. Tipe keputusan ini merupakan keputusan setiap hari bersifat sangat repetitif (berulang-ulang) dan mempunyai sedikit dampak pada organisasi keseluruhan.

Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secra organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual.

Menurut Fisher pada hakekatnya ada dua model proses pengambilan keputusan yaitu :

a.      Model preskriptif (pemberian resep perbaikan)
-          Menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan
-          Memberikan pedoman dasar, agenda, jadwal urut-urutan yang membantu kelompok mencapai konsensus
-          Diambil berdasarkan pada proses yang ideal
-          Contoh : model pemikiran reflektif yang dikemukakan oleh Dewey yaitu PERT

b.      Model deskriptif
-          Meneruskan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu
-          Berhubungan dengan observasi kelompok yang melakukan pengambilan keputusan-keputusan dan menggambarkan proses tersebut
-          Diambil berdasarkan realitas observasi


c.      Faktor
Berikut ini adalah berbagai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan :
1.      Posisi
Posisi dibedakan menjadi letak posisi dan tingkatan posisi dalam pengambilan keputusan. Letak posisi dibedakan menjadi pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer). Sedangkan tingkatan posisi dibedakan menjadi strategis, pilicy (kebijakan), peraturan, organisasional, operasional, dan teknis.

2.      Masalah
Masalah merupakan penyimpangan dari apa yang diharapkan. Dapat dibedakan menjadi :
Masalah terstruktur dan tidak terstruktur. Selain itu dapat dibedakan juga menjadi masalah rutin dan insidentil.

3.      Situasi
Dapat dibedakan menjadi faktor yang konstan dan tidak konstan.

4.      Kondisi
Suatu keadaan yang berlaku pada tempat atau dimana kegiatan itu berlangsung.

5.      Tujuan

Selain faktor diatas, pendapat lain mengenai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi adalah :
1.      Keadaan interen organisasi.
2.      Keadaan ekstern organisasi.
3.      Tersedianya informasi yang diperlukan.
4.      Kepribadian dan kecakapan pengambilan dan keputusan.
Menurut Scott dan Mitchel proses pengambilan keputusan meliputi :
1.      Proses pencarian / penemuan tujuan
2.      Formulasi tujuan
3.      Pemilihan alternatif atau strategi untuk mencapai tujuan
4.      Mengevaluasi hasil-hasil.
Oleh                            : Widyatmi
                                      Izzati Amperaningrum
Gambar Sampul        : Toto Bes
Design dan Lay Out  : Toto Bes
Edisi pertama cetakan kelima,  Juli 1996
Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma
Hak cipta dilindungi undang-undang
Jakarta 1994
Follow Me